<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Colours of My Life</title>
	<atom:link href="http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wisnawedhana.com/life</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jun 2011 09:16:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Phuket 2011, May 24</title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=96</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=96#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 08:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Phuket]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Hari ke tujuh Menjelang siang kami meninggalkan Kata menuju Patong. Junceylon, sebuah super mall yang berada di kawasan central Patong adalah salah satu tempat di Phuket yang menjadi favorite saya.  Saatnya cari oleh oleh .  dodol duren, keripik duren, bumbu rujak, snack dan kaos. Selesai dah. Besok subuh pulang ke Bali. Aaccchhh… tetap saja merindukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment-->
<p class="MsoNormal">Hari ke tujuh</p>
<p class="MsoNormal">Menjelang siang kami meninggalkan Kata menuju Patong. Junceylon, sebuah super mall yang berada di kawasan central Patong adalah salah satu tempat di Phuket yang menjadi favorite saya. <span> </span>Saatnya cari oleh oleh <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .<span>  </span>dodol duren, keripik duren, bumbu rujak, snack dan kaos. Selesai dah. Besok subuh pulang ke Bali. Aaccchhh… tetap saja merindukan Bali.</p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=96</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phuket 2011, May 23</title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=95</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=95#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 08:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[others]]></category>
		<category><![CDATA[Bangtao]]></category>
		<category><![CDATA[Phuket]]></category>
		<category><![CDATA[Someday]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Hari ke enam Seusai menikmati full breakfast di villa, kami kemudian kembali ke Phuket town. Pengen ke Super Cheap eh malah nyasar di Big C. Jadilah jalan jalannya lama di Phuket town.  Big C adalah sebuah supermarket besar di daerah Phuket town. Sekelas Carrefour gitu deh. Super Cheap baru deh ga ada bandingannya. Hehe… at [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment-->
<p class="MsoNormal">Hari ke enam</p>
<p class="MsoNormal">Seusai menikmati full breakfast di villa, kami kemudian kembali ke Phuket town. Pengen ke Super Cheap eh malah nyasar di Big C. Jadilah jalan jalannya lama di Phuket town.<span>  </span>Big C adalah sebuah supermarket besar di daerah Phuket town. Sekelas Carrefour gitu deh. Super Cheap baru deh ga ada bandingannya. Hehe… at least saya belum pernah liat di tempat lain yang pernah saya kunjungi. Ini adalasah sebuah pasar yang di set seperti supermarket. Banyak penjual berbeda, tapi bayarnya di kasir. Non AC. Semua barang ada di sini. Dari obat2an sampe barang berat kaya genset. Fresh food, fast food, instan food. Pokok ada semua.</p>
<p class="MsoNormal">Capek jalan2 nyari barang2 aneh, kami kembali ke Kata. Mengingat kami belum menjelajahi daerah ini sampai sekarang. Satu persatu pantai kami datangi. Dan kami sempatkan pula menunggu sunset di Promthep Cape daerah Rawai. Duluan kesana sunsetnya ga bagus. Kali ini luar biasa <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p class="MsoNormal">Ga banyak hal yang kami lakukan di Kata. Hanya mengelilingi daerah ini keluar masuk pantai, jalan jalan di malam hari. Itu saja.</p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=95</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phuket 2011, May 22</title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=94</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=94#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 08:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[weekend seru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Hari kelima Pagi hari kami menuju sebuah pasar tradisional yang letaknya sekitar 5 menit berkendara dari rumah Kak. Pasarnya cukup besar. Ini yang saya suka, karena saya yakin saya akan menemui banyak hal baru di sini. Pulang pulang tentengan banyak banget. Banyak penganan yang belum pernah saya cicipi, saya beli aja. Pengen rasain. Pulang dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment-->
<p class="MsoNormal">Hari kelima</p>
<p class="MsoNormal">Pagi hari kami menuju sebuah pasar tradisional yang letaknya sekitar 5 menit berkendara dari rumah Kak. Pasarnya cukup besar. Ini yang saya suka, karena saya yakin saya akan menemui banyak hal baru di sini. Pulang pulang tentengan banyak banget. Banyak penganan yang belum pernah saya cicipi, saya beli aja. Pengen rasain.</p>
<p class="MsoNormal">Pulang dari pasar, kami bersiap untuk kembali ke Phuket. Berat rasanya untuk pergi karena saya sudah bisa berbaur dengan keluarga Kak dan ingin tau lebih banyak tentang daerah mereka.</p>
<p class="MsoNormal">Kembali di Phuket kami langsung menuju<span>  </span>rumah Kakaknya Kak yang berada di antara Phuket town dan Patong. Istirahat sebentar, makan siang (udah sore sih benernya) kemudian kami langsung menuju ke sebuah villa di kawasan Bangtao. Kami menginap di situ malam itu. Setahun yang lalu kami sudah pernah menginap di villa yang sama.</p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=94</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phuket 2011, May 21</title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=93</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=93#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 08:37:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[weekend seru]]></category>
		<category><![CDATA[Khao Chaison]]></category>
		<category><![CDATA[Phatthalung province]]></category>
		<category><![CDATA[Phuket]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Hari ke empat Saat pagi tiba, kami tak sabar melihat lihat situasi sekitar. bukit tinggi menjulang sepanjang 3km menarik perhatian kami. Aneka pohon buah buahan dapat kami temui di pekarangan rumah. Mulai dari rambutan, manggis, kecapi, aneka jeruk, longkong, dan tentunya Durian. Kemudian kami pergi ke tempat wisata yang berada di sekitar rumah Kak. Pemandian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment-->
<p class="MsoNormal"><!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal">Hari ke empat</p>
<p class="MsoNormal">Saat pagi tiba, kami tak sabar melihat lihat situasi sekitar. bukit tinggi menjulang sepanjang 3km menarik perhatian kami. Aneka pohon buah buahan dapat kami temui di pekarangan rumah. Mulai dari rambutan, manggis, kecapi, aneka jeruk, longkong, dan tentunya Durian.</p>
<p class="MsoNormal">Kemudian kami pergi ke tempat wisata yang berada di sekitar rumah Kak. Pemandian air panas, goa dengan sleeping Buddha statue yang sudah berusia ratusan tahun dan sebuah tempat yang konon merupakan pusat peradaban Khao Chaison. Situasinya mirip seperti di Ayutthaya.</p>
<p class="MsoNormal">Pengalaman yang tak terlupakan buat kami adalah saat menjelang makan siang. Kami di ajak berkeliling sekitar perkebunan untuk mencari aneka dedaunan yang bisa di makan. Banyak sekali tanaman yang kami temui yang ternyata bisa mereka makan mentah bersama lauk dan nasi. Kami juga mencari sarang semut rangrang yang akan di ambil telur dan juga semutnya untuk di jadikan hidangan. Hehe, benar benar bizarre food.</p>
<p class="MsoNormal">Menjelang sore, Kak mengajari saya membuat Som Tam atau Thai Papaya Salad atau rujak Thailand <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . salah satu makanan khas Thailand yang saya suka. Sangat suka malahan. Sore yang menyenangkan karena semua anggota keluarga berkumpul dan ikut mencicipi dan kemudian memberikan komentar dengan rasanya. Satu pelajaran lagi.</p>
<p class="MsoNormal">Malam harinya, kami semua makan di sebuah restoran di pinggir teluk, sekitar 15 menit berkendara dari rumah Kak. Fresh Thai Food. Nikmatnya. Sungguh menutup hari yang sempurna.</p>
<p><!--EndFragment--><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=93</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phuket 2011, May 20</title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=92</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=92#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 08:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makaaannnn]]></category>
		<category><![CDATA[Khao Chaison]]></category>
		<category><![CDATA[Phatthalung province]]></category>
		<category><![CDATA[Phuket]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Hari ketiga Di pagi hari setelah breakfast, kami minta fihak hotel untuk memperbaiki kerusakan yang ada di kamar. Air panas, saluran mampet dan sarung bantal. Dalam waktu kurang dari 10 menit, semua teratasi. Tapi sayang kami tidak memperpanjang stay di sana karena teman kami Khun Kak menawarkan untuk mengajak kami ke kampung halamannya di Khao [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment-->
<p class="MsoNormal">Hari ketiga</p>
<p class="MsoNormal">Di pagi hari setelah breakfast, kami minta fihak hotel untuk memperbaiki kerusakan yang ada di kamar. Air panas, saluran mampet dan sarung bantal. Dalam waktu kurang dari 10 menit, semua teratasi. Tapi sayang kami tidak memperpanjang stay di sana karena teman kami Khun Kak menawarkan untuk mengajak kami ke kampung halamannya di <span style="font-size: 14pt; font-family: Arial; color: #262626">Khao Chaison,</span> Propinsi Patthalung, Thailand Selatan. Bakal seru nih karena seingat kami dia punya perkebunan karet dan buah buahan.</p>
<p class="MsoNormal">Pukul 2 siang waktu Phuket kami bertemu Kak di Tesco daerah Laguna. Singgah sebentar di rumah dia untuk menghabiskan sebuah durian montong berukuran kurang lebih 3kg. pukul 3 siang kami mulai perjalanan yang di perkirakan akan di tempuh sekitar 4,5 jam. Wah, bakal bosen dan ngantuk nih piker saya. Ga papalah, toh di mobil cuman bertiga ini jadi leluasa tidurnya. Tapi ternyata saya salah. Sepanjang perjalanan banyak hal menarik yang kami lihat dan sayang untuk di lewatkan begitu saja. Keluar dari Phuket kea rah Phang Nga jejeran bukit batu di kiri kanan kami berdiri begitu kokohnya tapi sangat menawan. Kebetulan langit siang itu cerah dengan sedikit awan putih. Melewati Phang Nga, entah di daerah apa namanya jejeran penjual buah buahan terutama nenas dan duren kami temui sepanjang berkilo kilo meter. Memasuki 3 jam perjalanan, kami tiba d daerah Krabi. Salah satu tujuan wisata Thailand yang tidak kalah menariknya. Pantainya dengan bukit bukit batu yang menjulang tinggi dan kokoh adalah salah satu daya tarik di Krabi. Tidak serame Phuket tentunya tapi sangat ramai di kunjungi. Dari Phuket ada enerbangan langsung ke Krabi atau bus bisa juga mobil sewaan.</p>
<p class="MsoNormal">Sekitar pukul 8 malam kami tiba di <span style="font-size: 14pt; font-family: Arial; color: #262626">Khao Chaison</span>. Daerahnya sangat sepi. Sepanjang jalan sisi kanan di penuhi kebun karet dan sisi kiri bukit tinggi menjulang. Sepanjang jalan sekitar 5km sebelum rumah Kak kami hanya melihat beberapa rumah. Dan ternyata rumah rumah tersebut adalah rumah keluarga Kak. Umhhh….. keluarga kaya raya kalau begitu. Dengan lahan perkebunan karet ratusan hektar. Seolah olah daerah ini hanya milik keluarga mereka saja.</p>
<p class="MsoNormal">Kami sulit membayangkan keadaan sekitar karena saat itu sudah gelap dan lampu jalan juga sangat minim. Kami langsung menuju rumah Kak dan si sana kami di sambut dengan hangat dan langsung di hidangkan makan malam. Sempat cemas bagaimana kami akan berbaur dengan mereka, tapi ternyata mereka sangat akrab dan satu hal yang saya pelajari, mereka senang makan bareng. Apapun yang mereka hidangkan, kami makan sama sama. Bahkan tak jarang kami di tawarkan mencicipi terlebih dahulu makanan yang sudah ada di piring mereka menggunakan sendok yang sama dengan yang mereka gunakan. Sebuah keluarga yang sangat sederhana dan penuh kehangatan. Mereka sangat natural, tidak ada kepura puraan. Mereka menunjukan keadaan mereka yang sebenarnya kepada tamu asing. Alias ga ja-im <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Seusai makan malam, kami di ajak ke sebuah rumah besar di tengah tengah perkebunan karet. Rumah tersebut hanya di huni seorang wanita tua yang juga merupakan kakak dari Ibu Kak. Disinilah kami menginap di malam pertama kami di Khao Chaison.</p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=92</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phuket 2011, May 19</title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=91</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=91#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 08:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kata]]></category>
		<category><![CDATA[Phuket]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Hari kedua Kami check out dari Surin Gate Hotel dan langsung mengunjungi 2 villa di daerah LaemSingh. Kami sudah pernah ke complex ini sebelumnya untuk melihat unit lain dari villa villa yang ada. Seusai inspection, kami singgah makan siang di Kamala. Biasanya kami takut masuk ke rumah makan local karena keseringan mereka tidak memiliki menu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment-->
<p class="MsoNormal">Hari kedua</p>
<p class="MsoNormal">Kami check out dari Surin Gate Hotel dan langsung mengunjungi 2 villa di daerah LaemSingh. Kami sudah pernah ke complex ini sebelumnya untuk melihat unit lain dari villa villa yang ada.</p>
<p class="MsoNormal">Seusai inspection, kami singgah makan siang di Kamala. Biasanya kami takut masuk ke rumah makan local karena keseringan mereka tidak memiliki menu dengan tulisan yang bisa kami baca. Kali ini, kami berani mencoba dan kebetulan juga kami lihat ada warung menarik di pinggir jalan Kamala yang menyediakan bebek pedas. Nama warungnya ‘Duck Spicy”, lokasinya tepat sebelah kanan di perempatan lampu merah pertama di jalan raya Kamala. Suasananya sangat nyaman. Ada meja meja di dalam ruangan dan ada 3 buah gubuk bambu yang di set sedemikian nyamannya.</p>
<p class="MsoNormal">Menupun keluar. Taaaddaaa… ahhh syukur ada yang berbahasa inggris meskipun hanya beberapa bagian. Kami juga sudah mengerti beberapa menu dalam bahasa Thai tapi tidak dalam tulisan Thai. Pilihan kami kali ini adalah chicken green curry, tom yum gung, stir fried vegetable dan spicy duck. Tanpa perlu lama menunggu, makanan pun di hidangkan satu persatu. Owlalala… ternyata kami tidak salah memilih tempat makan. Bumbunya masih sangat khas, belum mengalami perubahan yang menyesuaikan lidah bule. 4 hidangan berbeda + 2 nasi putih hanya di bandrol THB300 atau sekitar 90,000 Rupiah. Sungguh harga yang luar biasa untuk kenikmatan yang kami rasakan di daerah turis di Phuket.</p>
<p class="MsoNormal">Seusai makan siang kami langsung meluncur ke Kata. Kami langsung menemukan lokasi hotel yang sempat kami browsing setelah nguprek nguprek peta. Sugar Palm Resort. Itu dia. Dari foto keliatannya menarik dan banyak review bagus yang kami baca di trip advisor.<span>  </span>Sampai di front desk kami di informasikan bahwa kamar yang kami minta sudah tidak tersedia. Hanya ada kamar termahal yang mereka punya dengan harga THB2000/malam atau sekitar 600,000 Rupiah. Umhh… kayanya ga dulu deh. Kami akan cari hotel yang agak jauh dari pantai dengan harapan bisa lebih murah.</p>
<p class="MsoNormal">Pilihan kamipun jatuh di Manohra Cozy Village. Free internet dan reviewnya bagus di internet. Karena agak susah menemukan lokasinya, kami minta di jemput di jalan besar di Kata. Memasuki wilahan hotel yang ada di kawasan penduduk local, kami mulai bertanya tanya akan seperti apa hotel yang akan kami tempati. Saat tiba, ummmhhh…. Kami agak kecewa karena kondisinya tidak seperti di website dan kamarnyapun jauh lebih kecil dari di foto. But oklah, untuk harga THB1000 semalam sudah termasuk internet dan breakfast. Checked in. masalahpun mulai bermunculan di kamar yang di tempati. Pertama, kami tidak mendapatkan koneksi internet yang bagus. Sinyal sangat lemah. Kedua, air panas tidak hidup. Setelah menyalakan AC dan berdingin dingin di kamar, saya harus menggigil kedinginan kena siraman air. Ketiga, pembuangan air di kamar mandinya mampet, jadi air tergenang makin tinggi seusai mandi. Kami masih toleran. Oklah, toh udah mandi dan ntar juga ilang genangan airnya. Last but not least, ternyata bantalnya tidak bersaruh. Hadeeehhhh… bagemana nih.</p>
<p class="MsoNormal">Malam menjelang, kami pergi jalan jalan ke daerah rame turis yang kebetulan tidak jauh dair hotel. Berkeliling mencari tempat makan malam yang tepat, agak susah. Kami tidak mau makan di restoran yang menyediakan makanan ala barat sana. Kami ingin yang authentic Thai. Kami kemudian menemukan salah satu warung pinggir jalan yang keliatannya sangat Thai. Kamipun memesan Pad Thai, fried noodle dan papaya salad. Makanan keluar dan dari tampangnya kami menebak tidak enak. Dan benar, memang ga enak. Hanya menyuap 2-3 sendok, kami putuskan untuk tidak melanjutkannya. Kami bayar dan ternyata harganya hanya THB120, sekitar 35,000 Rupiah. Melanjutkan jalan jalan, kami kemudian singgah di salah satu tempat pijat dekat hotel. Oil massage selama 1 jam rasanya bisa membuat badan kami bugar kembali. Badan bugar, harga yang harus di bayar tidak seberapa. THB200 saja per orang. Hanya saja, tanpa di sadari kami membayar lebih dari itu. Karena Blackberry Adi tertinggal di sana dan tidak kembali.</p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=91</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phuket 2011, May 18</title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=90</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=90#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 08:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Phuket]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah perjalanan saya ke Phuket, Thailand,  yang ke 5 kali. Saya memang belum mengunjungi banyak bagian Thailand. Dari 4 bagian yang pernah saya kunjungi di antaranya Bangkok, Phuket, Koh Samui dan Krabi, saya memilih Phuket untuk saya kunjungi lagi dan lagi. Entah apa daya tarik dari pulau ini yang membuat saya selalu merindukan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment-->
<p class="MsoNormal">Ini adalah perjalanan saya ke Phuket, Thailand,<span>  </span>yang ke 5 kali. Saya memang belum mengunjungi banyak bagian Thailand. Dari 4 bagian yang pernah saya kunjungi di antaranya Bangkok, Phuket, Koh Samui dan Krabi, saya memilih Phuket untuk saya kunjungi lagi dan lagi. Entah apa daya tarik dari pulau ini yang membuat saya selalu merindukan untuk berada di pulau ini.</p>
<p class="MsoNormal">Kunjungan kali ini selama 7 hari. Berdua dengan Adi. Tidak seperti biasanya, tempat kami akan menginap selalu di arrange sebelum kedatangan dan selalu di villa villa mewah yang biasa kami sewakan kepada tamu tamu kami. Dalam kondisi normal, kami memang tidak akan sanggup untuk menyewa villa semahal itu yang kisarannya antara US$900 – US$1800 selama periode low season. Kali ini, semua akomodasi belum di atur karena kami ingin tinggal berpindah pindah dari satu area ke area lain. Kami memang sempat browsing mencari hotel yang ada free internet dan tertarik dengan salah satu hotel di daerah Kata, daerah yang ingin kami telusuri lebih jauh karena belum begitu mengenal daerahnya sebelumnya. Free internet adalah sesuatu yang sangat jarang di Phuket, kalau mau bayar, itu adalah sesuatu yang sangat mahal jika di bandingkan di Bali.</p>
<p class="MsoNormal">Hari pertama</p>
<p class="MsoNormal">Setelah pemberitahun seminggu sebelumnya bahwa pesawat kami delay 1 jam, pkl 15:20 waktu Phuket kami tiba di Bandar Udara Phuket. Ada perbedaan 1 jam mundur dari waktu Bali. Seperti yang biasa kami lakukan, kami langsung mencari penyewaan mobil yang banyak tersedia di bandara. Rebut tawar akhirnya kami mendapatkan deal New Honda Jazz putih seharga THB1000 per 24 jam. Kalau di Rupiahkan pada saat itu sekitar 285,000 Rupiah. Tidak mahal untuk ukuran mobil yang kami terima. Sangat baru dan untuk 24 jam. Mobil sudah siap pakai dengan bensin penuh. Mereka selalu menyewakan dalam keadaan bensin penuh dan pada saat kami kembalikan juga harus dengan bensin penuh. Beda dengan di Bali atau di daerah lain di Indonesia, mobil di sewakan dalam keadaan tangki kosong dan di kembalikan dengan tangki kosong pula. Saya lebih suka cara menyewa di Thailand tentunya. Lebih nyaman, tanpa khawatir saat mengemudi pertama akan kehabisan bensin. Terlebih lagi di Phuket sangat jarang tersedia pomp bensin.</p>
<p class="MsoNormal">Kami langsung menuju Kata. Sekitar 2 km keluar dari Bandara, kami menemukan pasar tradisional yang biasanya di adakan berpindah pindah. Walah, ini dia yang kami cari. Langsung turun untuk mencari makanan local dan tentunya aneka buah buahan yang selalu memiliki rasa terbaik. Hohohooo…. Saya seolah olah ingin menjamah semua makanan di sana.<span>  </span>Duku, rambutan, mangga, dan salah satu buah yang kami ga tau namanya sudah masuk ke dalam kantong belanja. Masing masing sekilo. Kemudian gorengan udang, fish cake, sate babi dan es tebu. Ahhh, kami sudah merasa cukup untuk bekal perjalanan dan pengganjal perut hingga kami menemukan hidangan utama. Cukup mengeluarkan kocek kurang dari 300Baht atau kurang dari 90rb. Sangat murah bukan untuk ukuran belanjaan segitu <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Buah buahan selalu menjadi tujuan<span>  </span>utama saya setiap kali ke Thailand. Selain memiliki ukuran yang selalu lebih besar dari di Indonesia, rasanyapun selalu lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal">Menuju Kata, kami tempuh kurang lebih 1,5 jam dari bandar udara. Kondisi normal sekitar 1 jam. Kebetulan waktunya dengan jam pulang kerja jadi lalu lintas sedang padat dan juga kami singgah di beberapa tempat. Sampai di Kata, setelah berkeliling lebih dari 3 kali kami tidak juga menemukan lokasi hotel yang sempat kami cari di Internet. Karena hari menjelang sore, kamipun memutuskan untuk kembali ke Surin dan tinggal di Surin Gate Hotel yang sudah pernah kami tinggal beberapa kali. Kami ingat di sana ada free internet dengan kamar yang sangat luas lengkap dengan dapur, lounge dan dining area. Sangat nyaman dengan jumlah kamar yang tidak banyak. Seingat kami harganyapun tidak mahal, terakhir kami tinggal di sana 1 malam sekitar 1,5 tahun lalu dengan harga THB800 semalam sudah termasuk sarapan pagi. Balik arah kami tidak langsung kembali ke Surin tapi singgah di Patong untuk berbelanja makanan ringan dan mencari sim card local untuk blackberry kami. Lanjut ke surin jam sudah menunjukan pukul 20:30. Kami sudah cukup letih dan gerah. Tiba di Surin Gate Hotel, kami agak shock dengan harga baru yang mereka tawarkan. THB1250 semalam tidak termasuk breakfast. Wowww… perubahan yang sangat signifikan. Harga naik dan breakfast di hilangkan. Ummhh… kami tidak punya pilihan karna sudah malam. Ah paling nggak kami masih bisa mendapat akses internet gratis sepuasnya. Aman dunia <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=90</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2010 &#8211; 2011</title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=88</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=88#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 08:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makaaannnn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Setahun sudah berlalu&#8230; begitu cepat rasanya.Bagus sih, artinya banyak kesibukan. Terima kasih Tuhan, pencapaian di 2010 sungguh luar biasa untuk karir aku, bisnis. Dukungan dari berbagai fihak punya peranan sangat penting.Sudah kemana dan ngapain aja di 2010? Umh, pertanyaan yang menarik dan aku merasa tertantang untuk mendapatkan pertanyaan yang sama setiap tahunnya. Aku cukup yakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setahun sudah berlalu&#8230; begitu cepat rasanya.Bagus sih, artinya banyak kesibukan. Terima kasih Tuhan, pencapaian di 2010 sungguh luar biasa untuk karir aku, bisnis. Dukungan dari berbagai fihak punya peranan sangat penting.Sudah kemana dan ngapain aja di 2010? Umh, pertanyaan yang menarik dan aku merasa tertantang untuk mendapatkan pertanyaan yang sama setiap tahunnya. Aku cukup yakin bisa memberikan jawaban yang cukup memuaskan setidaknya buat diri aku sendiri. Tahun 2010 aku ke lombok dan gili. Ini bukan yang pertama memang, tapi kali ini urusan kerjaan. Setelah sekian tahun memasarkan properti di lombok dan gili akhirnya aku punya kesempatan untuk mengunjungi properti2 tersebut. Kunjungan ke Thailand lagi. Kali ini Krabi, Phuket dan Bangkok tentunya. Tidak sendiri, tidak berdua, tapi rame rame dengan anak anak di kantor. Seru luar biasa. Merayakan ulang tahun di Hongkong. Program sosial terlaksana. Proyek database terelalisasi meskipun belum semuanya. Apalagi.. umh&#8230; ganti mobil. Di penghujung tahun, hadiah manis untuk kami semua, sebuah kantor baru yang nyaman.Beberapa kali harus membatalkan trip karna alasan kerjaan padahal tiket sudah di booking jauh hari sebelumnya. Terhitung 4 trip yang notabene sudah di rencanakan dari beberapa bulan sebelumnya dan sudah ada tiket flightnya harus menunggu giliran di realisasikan kapan kapan nanti. Medan, Vietnam, Perth dan Singapur. Singapur juga niatnya cuman nonton night race. Sepertinya tahun inipun belum giliran 4 destinasi itu. Tahun ini beberapa destinasi baru akan di jelajah. Mudah mudahan tidak ada alasan untuk tidak di jalani. Sayang duit. Hikss..Bagaimana dengan 2011? Ada apa, bikin apa, ke mana? Kepala di penuhi dengan berbagai perencanaan, begitu banyak keinginan, cita cita dan harapan. Beberapa trip sudah di rencanakan juga.Let see&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=88</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kantor Baru</title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=87</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=87#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 11:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Hahh, setelah hampir 3 bulan sibuk ngurusin proyek baru, akhirnya selesai juga dan kamipun mulai berkantor di tempat baru. Di sebuah rumah kayu antik yang lebih di kenal dengan Joglo, berdiri di atas lahan kurang lebih 4 are. Suasananya nyaman, pemandangan hijau luas terhampar. Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini.Anak anakpun sudah memilih posisi duduk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hahh, setelah hampir 3 bulan sibuk ngurusin proyek baru, akhirnya selesai juga dan kamipun mulai berkantor di tempat baru. Di sebuah rumah kayu antik yang lebih di kenal dengan Joglo, berdiri di atas lahan kurang lebih 4 are. Suasananya nyaman, pemandangan hijau luas terhampar. Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini.Anak anakpun sudah memilih posisi duduk masing masing. Lega karna sekarang mereka bisa melihat pemandangan keluar, ga mentok tembok <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .Ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kamu mengingat 4 tahun lalu kami memulainya hanya dari kamar kos. 3 tahun lalu dari sebuah kamar di rumah kontrakan,  2 tahun lalu dari sebuah ruang kecil, setahun lalu dari sebuah ruang yang sedikit lebih besar dari tahun sebelumnya dan sekarang sebuah kantor dengan luas hampir 1 are. Benar benar kantor, ga nyampur dengan rumah tinggal. Leganyaaa&#8230;Besok besok upload foto aaahhh&#8230; kalo udah agak santai. Maklum sekarang super sibuk. Baru pindahan, inquiry seabreg, email bejibun. Meskipun begitu, syukur dan rasa menikmati ga ada habisnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=87</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://wisnawedhana.com/life/?p=85</link>
		<comments>http://wisnawedhana.com/life/?p=85#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 02:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makaaannnn]]></category>
		<category><![CDATA[others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wisnawedhana.com/life/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan cerita yang kemarin soal panas  yang mesti di syukuri, hidup memang mesti di syukuri apapun keadaannya.Semalam ketiban sial beruntun. Berawal dari makan malam di DeKaDe. Ini adalah salah satu tempat makan favorit aku dan Adi. Tempatnya ga jauh dari rumah, menunya macem macem, rasanya ga pernah mengecewakan. Yang paling sering kami pesan di tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan cerita yang kemarin soal panas  yang mesti di syukuri, hidup memang mesti di syukuri apapun keadaannya.Semalam ketiban sial beruntun. Berawal dari makan malam di DeKaDe. Ini adalah salah satu tempat makan favorit aku dan Adi. Tempatnya ga jauh dari rumah, menunya macem macem, rasanya ga pernah mengecewakan. Yang paling sering kami pesan di tempat ini, tumis pakis menado dan ikan rica rica. Hehe, secara lidah aku lidah menado dan ternyata Adi juga suka. Lanjuuutt&#8230;.. semalam kami cuman pesan makanan yang simple karna buru2 ada janji.  Usai makan, mo bayar, hehehee&#8230;. baru sadar, pada ga bawa dompet. Alamaaakkk&#8230;. belum pernah kejadian kaya gini. Mana makannya cuman 50rb lagi. Sebenarnya kalo mau ngomong sih, mungkin bisa aja kita ngutang dulu, dah biasa makan di situ, cuman kan malu makan segitu pake ngutang. Akhirnya telp orang rumah suruh bawain duit dan aku taro blackberry aku buat jaminan. Huffhhh&#8230;. Kamipun pergi buru2 karna ada janji. Begitu naik mobil, Adi nyeletuk.. &#8216;dough, bensin habis lagi&#8217;. Jadi pada saat itu, kami di atas sebuah sedan mewah BMW, ga bawa hp satupun, ga bawa dompet, duit di kantong cuman 11r dan baru menggadaikan hp buat bayar makan. Yo orrrooohhh&#8230;. apa kata dunia.Mobil kamipun perlahan meninggalkan DeKaDe. Tak henti henti kami menertawai diri sendiri, kekonyolan yang baru saja terjadi. Ini pertama kali dalam sejarah kami, makan ga bisa bayar <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Tiba di perempatan Tohpati, sekitar sekilo dari rumah, mobil brenti karna lampu merah, tiba tiba mobil tersendat sendat dan mati. Oh Gustiiii&#8230;. Jangan jangan, jangan jangan nih. Yup, benar. Habis bensin. Duuuhh&#8230; bagemana kenken dah nih. Terpaksa turun, dengan muka tebal, ngasi tau kendaraan2 di belakang untuk belok karna mobil kita mogok, dan minta tolong beberapa buruh angkut untuk dorongin. Yah yaaaahh&#8230;. Karna ga bawa duit, ga bawa hp, satu satunya pilihan ya jalan ke rumah. Aku yang jalan ke rumah karna Adi lagi sakit pinggang, sayang kalo dia mesti jalan jauh. Mulai berjalan, sambil sibuk mikir di rumah ada orang ga ya, karna tadi aku minta orang rumah bawain duit ke DeKaDe. Sepanjang jalan, orang orang usil ngegodain. Ga heran sih, biasanya perempuan yang berpakain rapi aja masih di godain apalagi aku yang saat itu masih pake baju aerobik yang notabene press body <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Perjalanan sejauh itu ga berat buat aku, udah terbiasa jalan kaki. Sampe di rumah, hahhhh&#8230;. pintu gerbang terkunci. Gimanaaaaaa niiiiii&#8230;&#8230; ternyata ga ada orang. Huhuhuuu&#8230;. Akhirnya lompat pagar berharap ada pintu ato jendela yang lupa terkunci. Yessss&#8230;. jendela kamar masih kebuka meskipun ada teralisnya tapi tangan masih bisa buat menggapai HP di bed side table. Senangnyaaa&#8230;. Akhirnya urusan beres semua <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .Beberapa hal yang aku pelajari dari kejadian ini:Makan enak bisa kapan dan di mana aja, tapi gimana rasanya kalo ga bisa bayar?Naik mobil mewah, bukan selalu berarti kesenangan.  Tuhan sepertinya masih mengingatkan aku untuk tidak lupa diri karna meskipun sedang naik mobil mewah, aku masih harus tetap berjalan <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .Pada saat kita kesusahan, yang membantu adalah orang2 yang kehidupan ekonominya justru tidak seberuntung kita. Buruh2 angkut di pinggir jalan yang menggantungkan nasibnya dari truk truk pasir yang lewat. Ya, mereka ya membantu kami. Ga mungkin orang orang yang sedang berada di atas mobil mewah dan sejenisnya akan berhenti untuk bantu dorong mobil kami.Sungguh sebuah pelajaran hidup. Terima kasih Tuhan <img src='http://wisnawedhana.com/life/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisnawedhana.com/life/?feed=rss2&#038;p=85</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

